Setiap hari, tanpa kita sadari, kita melalui jalan yang sama untuk ke kantor, ke sekolah, atau ketempat usaha kita. Kemudian, kita berinteraksi dengan orang lain dengan tata cara yang sama, bahasa yang sama dan dengan sikap yang sama.
Dalam dunia pendidikan, kita mengenal strata pendidikan bertingkat, mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah dan akhirnya perguruan tinggi. Setiap pendidikan yang kita tempuh, kita menerima pengetahuan standard dan baku, sehingga tanpa sadar kita menganggap bahwa itulah yang benar dan tidak perlu untuk dipertanyakan lagi.
Celakanya, ketika kita menginjak dewasa dan mulai berkarya di tengah masyarakat, kita menjadi terbiasa untuk ikut arus. Kita merasa bahwa menjadi berbeda itu berisiko gagal dan ditolak masyarakat. Sehingga akhirnya, kita takut untuk maju, takut untuk bersaing, dan takut untuk berkembang menjadi lebih baik, hanya karena 'takut menjadi berbeda'.
Kesuksesan ada, jika anda berbeda dengan orang lain. Tidak jauh-jauh dari hukum permintaan dan penawaran, bila ada 10 orang yang memiliki keahlian yang sama untuk satu pekerjaan, maka gaji tiap orangnya tentu lebih sedikit dibandingkan bila hanya ada satu orang saja.
Lalu, bagaimana caranya supaya menjadi berbeda? Sebenarnya Tuhan Yang Maha Esa sudah menciptakan anda secara unik, setiap manusia memiliki kemampuan dan minat yang unik, dengan kombinasi yang tidak terbatas. Yang anda perlukan adalah menjadi diri anda sendiri, tanpa perlu menjadi orang lain dan mengikuti arus, niscaya anda akan menemukan potensi kesuksesan didalam diri anda.
0 comments:
Post a Comment