Sebelum bisa mengemudikan mobil sendiri, saya pikir, orang yang bisa setir mobil sendiri itu adalah orang yang hebat, dan membuat iri hati. Mereka bisa pergi kemana saja, tanpa harus kuatir cari kendaraan umum, hebatnya lagi, mereka seperti jadi orang yang penting di keluarga dan diantara teman-teman. Kemudian, waktu usia saya sudah cukup untuk belajar mengemudikan mobil. Saya kaget setengah mati ketika guru mengemudi saya mengajak saya untuk langsung praktik mengemudi di jalanan kota, yang kadang-kadang macet, dan penuh sliweran sepeda motor. Padahal, saya baru satu jam mengerti soal kopling, rem, gas dan lampu sein. " Ini guru, sembrono banget, kalau nabrak bagaimana", pikir saya. Tapi, tampang guru saya yang sudah lima puluh tahunan, kelihatan galak dan tidak ada rasa kuatir sedikitpun. Suaranya pun, sedikit keras, dan membuat keder di hati. Jadi, setengah terpaksa, saya ikuti instruksinya walaupun gemetaran.